INSPIRASI INVESTASI

INVESTORY – Kadek Arini

“Modal yang dibutuhkan untuk investasi saham tidak perlu dalam jumlah besar, cukup dimulai dari Rp100.000,- saja. Millennials tetap bisa menjalankan gaya hidup nya sembari berinvestasi” – Kadek Arini

Pepatah pernah bilang “jangan melihat terlalu jauh, mulailah dari diri sendiri”. Saya sendiri baru menjadi investor saham, jadi ini akan menjadi sebuah tulisan pengalaman investasi/nabung saham dari sudut pandang orang pertama yang mengalami hal tersebut, yaitu saya sendiri.

Seseorang yang berada di usia kepala dua, cenderung lebih suka mencari pengalaman berbeda daripada stay di satu tempat, dunia digital adalah dunia utamanya, sangat menikmati hidup yang dijalaninya, tidak mau ketinggalan trend fashion, music, dan lifestyle, menabung untuk suatu hal yang disuka daripada masa depan. Kalau cocok dengan kategori diatas, mungkin kamu juga bisa masuk sebagai millennials seperti saya.

Investasi sangat penting dilakukan dari muda, karena masa muda adalah masa paling produktif saat hidup. Ketika fisik bukan menjadi kendala utama, ketika otak berfikir se-kreatif mungkin, ketika jiwa penasaran masih hadir. Inilah mengapa investasi dibutuhkan, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Delapan dari sepuluh orang teman saya di umur 25 tahun bilang tidak menyisihkan penghasilannya untuk investasi, “investasi apa ya yang gak butuh jumlah uang banyak? buat hidup aja, gaji sudah pas-pasan”.

“Hmmm, kayanya saya nabung juga percuma, segitu gitu aja, gak banyak-banyak, apalagi investasi”. Millennials yang kebanyakan bekerja dengan gaji fresh graduate di Jakarta, sepertinya sulit menyisihkan se-persekian persen untuk investasi, karena memenuhi gaya hidup nyatanya lebih memuaskan.

“Kalau kata orang tua, beli emas aja, pasti naik harganya”.  Emas pasti naik, tapi mau menunggu seberapa lama sampai harga emas tinggi? Saya kan mau jalan-jalan ke Jepang dua tahun lagi.

“Bisnis properti sudah paling menjanjikan, karena penduduk semakin meningkat dan rumah pasti selalu dibutuhkan”. Untuk fresh graduate yang biasa-biasa aja, melihat harga properti sekarang yang ada bisa pingsan.

Jenis investasi apa yang dibutuhkan oleh millennials? Karakter millennials adalah menginginkan sesuatu yang instan dan cepat, karena millennials dibangun dengan stigma bahwa masa muda adalah masa yang tidak boleh disia-siakan. Menyisihkan 20%-an dari penghasilan untuk nabung dan investasi, membuat millennials akan dikucilkan dari pergaulan “dibilang pelit dan kudet, gak mau nongkrong di café”. Meminta millennials untuk terus menabung atau investasi sedikit demi sedikit agar menjadi bukit pun bukan metode tepat, karena millennials adalah generasi aktif yang tidak bisa duduk diam.

Kemudian, muncul tentang investasi saham. Background saya adalah pekerja dibidang seni dan kreatif, tentunya saya pun tidak mengerti ketika pertama kali dikenalkan dengan investasi saham. Kemudian, saya ikut sebuah pelatihan yang dilaksanakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebenarnya investasi saham ini sudah ada dari lama, tapi kenapa sepertinya hanya tersentuh oleh orang dengan ekonomi tinggi? karena memang dahulu, untuk membuka akun investasi saham dibutuhkan saldo sekitar 100 juta rupiah. Namun sekarang, untuk investasi/nabung saham, hanya diperlukan 100 ribu saja.

Dengan modal sedikit, kita sudah bisa menjadi investor saham yang artinya juga menjadi pemilik dari satu perusahaan yang sahamnya kita beli untuk investasi tadi. Perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI adalah perusahaan terbuka dan sahamnya bisa dibeli untuk investasi. Ilustrasi saja, apabila kita membeli saham sebuah perusahaan, artinya kita menitipkan dana di perusahaan tersebut. Perusahaan akan menggunakan dana dari kita untuk berkembang, dan jika perusahaannya berkembang, maka dana kita yang investasikan pun akan ikut berkembang,

Faktanya, kenaikkan nilai dari investasi saham sebesar yang rata-rata 17% adalah yang paling tinggi dibandingkan kenaikan investasi di deposito yang sebesar 7% atau emas 8%. Melihat hal ini, investasi saham bisa jadi solusi untuk millennial.

Millennials adalah generasi digital. Investasi saham saat ini bisa dilakukan di mana saja dan dari mana saja, karena semua sudah berbasis digital. Kita bisa melihat pergerakkan saham dengan menggunakan smartphone melalui aplikasi online trading milik Perusahaan Sekuritas. Seperti saya, menggunakan online trading milik Phillip Sekuritas, yaitu POEMS. Selain itu, transaksi sahamnya juga bisa lewat POEMS loh. Caranya? Buka rekening dulu di Phillip Sekuritas.

Investasi saham menjadi solusi investasi millennials karena bisa sejalan dengan gaya hidup millennials, modal yang dibutuhkan untuk investasi tidak perlu dalam jumlah besar, cukup dimulai dari Rp100.000,- saja. Para millennials tetap bisa menjalankan gaya hidup nya sembari berinvestasi.

Kemudian, apakah investasi saham itu sulit caranya? tidak, karna saya yakin generasi millennials adalah generasi paling pintar dan kreatif. Sekarang, BEI menyediakan berbagai macam sarana edukasi yang bisa digunakan untuk mempermudah berbagai generasi memulai investasi, seperti Sekolah Pasar Modal, website BEI dan Yuk Nabung Saham ataupun social media milik BEI.

Saat ini, saya sudah investasi 5 saham, 2 diantaranya untuk investasi jangka panjang, dan 3 sisanya digunakan untuk trading.  Hal yang perlu diketahui ketika investasi/nabung saham adalah, kita sendiri sebagai pengelolanya, bukan orang lain yang mengelola. 

Dengan investasi saham, kita semua turut membantu memutarkan roda perekonomian Indonesia juga. Saya sudah investasi/nabung saham, kalau kalian para millennials?

Tunggu apalagi, Yuk Nabung Saham atau Investasi Saham dari sekarang, untuk informasi mengenai saham, bisa kalian dapatkan semuanya di website BEI www.idx.co.id atau http://yuknabungsaham.idx.co.id/ atau follow Instagram @indonesiastockexchange dan follow Instagram @Talktophillip untuk informasi mengenai aplikasi online trading.

VOTE INVESTORY KADEK ARINI DI SINI*

*jika tidak muncul pop up voting, artinya kamu sudah pernah melakukan voting
RELATED STORIES